Rabu, 06 Februari 2013

Banyak Kendala, Tak Jadikan Masalah

Tulungagung (02/02), bukan kali pertamanya SMA Negeri 1 Boyolangu mengadakan Smaboy Basketball Competition (SBC). Acara pembukaan SBC pagi hari tepat pukul 09.00 WIB, dan malam terdapat acara yel-yel competition yang diselenggarakan untuk kategori Sekolah Menengah Atas (SMA), karena peserta ditingkat SMP tidak ada yang mengikuti. Ada sepuluh peserta yel-yel yang tampil malam itu. Pelaksanaan sebetulnya lumayan sukses dan lancar, namun diawal-awal pelaksanaan tetap ada sedikit kendala. Mulai dari kecelakaan, kesalahan teknis sampai peserta yang pingsan setelah keluar dari area competition. Hebatnya mereka yang mendapat kendala itu sama sekali tidak terlihat grogi atau nervous. Justru penampilan yang spektakuler ditunjukkan oleh mereka, kendala bukanlah jadi masalah, itulah kalimat yang menggambarkan semangat dan tetap tampil dengan penuh percaya diri.

         T-SQUED dari SMA Katolik yang pertama tampil dan yang pertama mendapat kendala juga, pasalnya salah satu dari anggota cowoknya mengalami cidera kaki setelah pentas. Kejadian itu sempat ditonton oleh para juri bahkan beberapa penontonpun menyayangkan hal tersebut.

         Kendala kedua dialami oleh Fire Dance dari SMAN Pakel, kendala mereka bisa dibilang lebih buruk dari yang lain. Satu menit pertama musik berjalan lancar dan group dance beranggotakan 5 orang ini meliukan badannya dengan penuh semangat. Setelah masuk ke musik selanjutnya, waktu itulah kendala datang. Musik yang seharusnya mengiringi dancernya justru salah kaprah dan mereka menghentikan gerakan. MC pun mempersilahkan group dance untuk membetulkan masalah itu ke DJ Raka yang sudah standby di pojok lapangan. Cukup menyita waktu, setelah dapat diatasi, mereka melanjutkan dengan gerakan yang memukau juri dan penonton.

         Yang mengherankan lagi adalah group dari SMAN 3 Kediri (I-Cheers), kelompok dance yang sudah berkali-kali tampil diberbagai kontes ini menyimpan satu rahasia yang cukup mencengangkan. Salah satu anggota I-Cheers yang bernama Septalia ini, selalu pingsan sebelum atau sesudah pentas. Bahkan di SBC pun juga sempat pingsan, untung saja ia pingsan selesai tampil. “Bukan malam ini saja ia pingsan dalam sebuah pentas, namun hal seperti itu sudah menjadi kebiasaan. Kami sebagai teman selalu waspada untuk hal itu, bahkan sudah menyiapkan tenaga kalau sewaktu-waktu harus menggendongnya,” Ungkap Ucup yang juga anggota I-Cheers.

         Kendala demi kendala yang dialami para peserta dance tidak membuat mereka lengah atau gugur. Kendala tersebut dianggap sebagai cobaan yang nantinya akan membuahkan hasil sempurna. (tim)

0 komentar:

Posting Komentar